Sad Is Temporary

Aku mengakui perasaan aku sekarang. Aku sedih, aku sedang sedih, aku tidak baik-baik saja. Aku tau perasaan sedih ini hanya sementara dan akan segera terganti dengan jenis perasaan lainnya. Hanya saja, ketika perasaan ini muncul, rasanya berat sekali, jadi aku mencoba menuangkannya ke dalam tulisan. Kalau kamu membaca tulisan ini, aku harap kamu juga membawa pulang sesuatu.

Aku tidak akan mencurahkan semua isi hati dan masalahku di dalam tulisan ini, tetapi hanya akan memberitahu beberapa hal tentang hubungan antarmanusia:

  1. Manusia yang bertemu pasti akan berpisah, cepat atau lambat. Jangan sombong dulu kalau kamu sedang merasa senang di hari ini. Jangan terlalu optimis dengan berpikir kamu masih punya esok hari untuk dihabiskan bersama hadirnya orang lain itu. Selalu nikmati tiap detik waktu dan momen bersama orang yang kamu cintai, karena kita nggak akan tau hal apa yang akan membuat kita berpisah nantinya. Gak ada yang bisa memastikan juga kapan.
  2. Jaga perasaan untuk tidak terlalu melekat pada orang itu. Baca kembali poin pertama, perpisahan itu nggak akan bisa diduga akan datang kapan dan momennya apa. Bisa jadi hal itu bukan sesuatu yang pernah kamu bayangkan sebelumnya. Jadi, jangan melekat karena itu akan menimbulkan penderitaan. Jujur aja, ini susah. Butuh latihan yang lama untuk bisa merasa memiliki tanpa melekati.
  3. Sedih ya sedih aja, tapi jangan berlarut-larut. Kalau ngga kuat, cerita. Nangisin aja sampe abis, tapi abis itu bangkit lagi. Belum tentu satu dunia akan peduli sama kamu ketika kamu sedih, mereka juga punya masalahnya masing-masing. Mikirin kamu sedih-sedih mulu ya gak akan masuk daftar prioritas mereka. Cerita boleh, berbagi boleh, tapi udahannya ya kamu yang bisa nolong diri kamu sendiri. Kalau dikasih saran, mau ikutin nggak? Atau milih ngerusak diri sendiri dengan larut dalam kesedihan?
  4. Cintai diri kamu sendiri sebelum cintain orang lain. Kalau nggak gitu, kamu akan selamanya bergantung sama dia untuk bisa bahagia. Kamu akan gampang diinjak dan ga punya batasan diri sendiri. Disuruh ngapain aja akan manut, demi menjaga dia tetap di sisi kamu. Padahal, kalau dia udah waktunya pergi, ya dia akan pergi aja. Di ujung jalan kamu bisa menyesal dan makin kehilangan diri sendiri. Jadi, pastikan kamu udah cukup cinta sama diri sendiri.

Semua itu aku tulis sebagai pengingat buat diriku sendiri juga. Belum semuanya bisa aku lakukan dengan sempurna. Perkembangannya juga mungkin butuh seumur hidup dan gak bisa instan.

Pikiranku yang lagi sedih mungkin belum bisa terlalu jernih karena banyak emosi. Jadi ya, maafkan kalau tulisan ini berantakan, ya.

--

--

Junior content writer in the IT industry, was a literature student. Write reflections, thoughts, poems in my free time.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Laras

Laras

3 Followers

Junior content writer in the IT industry, was a literature student. Write reflections, thoughts, poems in my free time.